Perangkap Telur dan Larva Nyamuk atau ”OVITRAP”


PERANGKAP telur dan larva nyamuk atau ”ovitrap”. Alat ini mudah dibuat, murah, dan efektif menekan pertumbuhan nyamuk.*

PENYEBARAN penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menghantui masyarakat. Penyakit khas daerah tropis ini salah satu penyumbang kematian terbesar di Indonesia. Khusus di Jabar, jumlah penderita pada 2003 mencapai 8.923 orang dan mengalami peningkatan pada 2005 menjadi 17.448 orang, 266 orang di antaranya meninggal dunia. Pada 2007, seluruh kab./kota di Jabar melaporkan kejadian luar biasa (KLB) di daerahnya.
”Sekarang, perubahan musim membuat DBD bisa muncul kapan dan di mana saja,” kata Roy Nusa, S.K.M., M.Si., peneliti Lokal Litbang Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ciamis, Depkes RI.
Salah satu upaya untuk memutus siklus perkembangan nyamuk itu bisa dengan menggunakan ovitrap, atau perangkap telur dan larva nyamuk, khususnya untuk Aedes aegypti,” kata Roy yang merupakan ahli entomologi, ilmu tentang serangga. Ovitrap telah umum digunakan dan diproduksi secara massal di Singapura dan Malaysia. Di sana, ovitrap dikenal dengan nama Mosquito Larvae Trapping Device (MLTD). Ovitrap berarti perangkap telur (ovum= telur, trap= perangkap) terbukti menekan pertumbuhan nyamuk hingga 50%. Ovitrap mudah dibuat, murah, dan efektif.
Ovitrap terdiri atas beberapa bagian, yaitu ram kawat dan bagian penampung air. Air dapat ditambah rendaman jerami dan ragi untuk pertumbuhan bakteri sebagai pakan jentik nyamuk. Ovitrap dicat hitam dan disimpan di tempat lembap agar disukai nyamuk. Alat sederhana ini harus dapat memancing nyamuk agar bertelur di sana. Nyamuk dewasa akan bertelur di permukaan atas ovitrap. Kemudian, telur akan masuk ke dalam air di penampung. Larva dan pupa masih dapat hidup di ovitrap itu, namun saat berkembang menjadi dewasa, nyamuk tak akan dapat keluar dari ovitrap karena terhalang ram kawat hingga akhirnya mati.
Menurut Roy, penggunaan ovitrap akan sangat efektif jika nyamuk tak memiliki alternatif lain untuk bertelur. Terdapat beberapa bentuk ovitrap, dengan berbagai ukuran. Di Singapura bahkan dibuat dalam bentuk unik dan dipasang di taman-taman. Pembersihan ovitrap ini pun cukup dilakukan sekitar dua minggu hingga sebulan sekali.
Kepala Bidang Pemberan-tasan Penyakit dan Penyeha-tan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kab. Bandung, dr. Suhardiman, membenarkan ovitrap dapat menekan pertumbuhan nyamuk hingga 50%. ”Itu dapat dibuat dari pipa PVC, botol galon air mineral, hingga bambu atau alat lainnya, asalkan memiliki prinsip yang benar dalam menjebak telur nyamuk. (Deni Yudiawan/”PR”)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: